Selasa, 04 Oktober 2011

I *Broken-Heart* You, School.

Saya ga ada niat untuk menjelek-jelekkan satu atau beberapa lembaga yang mungkin Saya cantumkan di post ini, ini cuma uneg-uneg dari Saya sebagai salah satu pelajar di salah satu sekolah.

Kebetulan, barusan Saya habis ga ada gawe ngeceek isi harddisk yang -ternyata- diisi sama video-video K-Pop (numpang mindahin ceritanya). Dan kebetulan karena seperti yang Saya sebutkan bahwa Saya lagi ga ada gawe jadi Saya tontonin satu-satu videonya o.o Setelah itu Saya cek tumblr, dan nemu postingan dari FYSS yang langsung Saya reblog dan like (baca postingannya disini).


Bisa kalian baca Ada seseorang yang ask FYSS tentang kenapa pendidikan di Indonesia bisa begitu buruk dibandingkan dengan sekolah di negara-negara lain. Dan sama FYSSnya dijawab kalau ya faktornya seperti datang terlalu pagi pulang terlalu sore, banyaknya mata pelajaran sedangkan yang dipraktekkan hanya sedikit, peraturan sekolah dan KKM yang terlampau tinggi. And I Completely agree with all of their statement.

Karena apa? Sebagai pelajar yang merasakannya Saya mengalami semua yang mereka katakan. First, the curriculum. The curriculum is just.. too dense. Kurikulum yang padat ini tidak ditunjang dengan kualitas pendidik yang baik dan memadai. Disini Saya tidak terlalu mempermasalahkan pelajaran yang akan terpakai di dunia kerja atau tidak, 'cause wether it'll be useful or useless, I'm sure it will be a good knowledge for ourselves, a new experiences. But if the teachers are mmm, not good enough? What can we do? Kasusnya nanti malah kaya yang Saya pernah rasakan waktu SMP, saat Saya mau bertanya sesuatu tentang pelajaran tersebut guru itu tidak bisa menjawab dan malah mengalihkan perhatian ._. Even though sometimes I think when will I use sinus/cossinus/factorial to go to somewhere/shopping

Tenaga pendidik yang tidak mendapatkan ilmu 'kepengajaran' juga buruk bagi kondisi belajar-mengajar yang akan kita jalani. Why? Based on my experiences, guru yang begitu itu bisa melakukan sesuatu yang bukannya malah membangun mental siswa but can easily make the students down mentally. Saya lagi ngalamin sekarang nih.

School time, okay I must be honest, sekolah Saya ga terlalu bermasalah dengan waktu karena pengaturannya yang luar biasa.... different. Tapi kalau ditinjau dari segi umum memang sekolah di Indonesia, Bandung khususnya, terlalu banget. Rata-rata sekolah masuk jam 7 kurang dan pulang paling sore jam 3. Lama banget kan? Yang sekolah pagi aja kadang suka ga konsen, yang sekolah siang suka ngantuk, apalagi yang dari pagi sampe sore? Kenapa ga asrama aja sekalian biar 3 tahun full kita belajar.

Padahal, sekolah itu kan sebenernya tempat mendidik kita agar mempunyai cukup ilmu untuk digunakan saat kita akan berjuang di luar sana tanpa bantuan orang tua dan membentuk pribadi yang siap untuk bersosialisasi. Tapi sekarang ini sekolah lebih menjadi tempat yang dihadiri hanya sebagai ajang formalitas belaka. Pulang dari sekolah tidak mendapatkan ilmu yang seharusnya didapatkan.

Dan memang benar, jangan muluk-muluk dulu negara ini mau sukses atau bebas dari korupsi. Kalau sistem pendidikan dan hasil didikannya juga masih seperti ini :)

RMRPS

0 komentar:

Posting Komentar

 
 
Copyright © RMR Putra Suranegara
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com