Selasa, 31 Januari 2012

Forgiveness, Togetherness....

Beberapa  minggu ini kita ga asing dengan yang namanya Tragedi Tugu Tani, dimana si pengemudi yang in fact was drunk and had had drugs before the tragedy, membuat 9 nyawa melayang. At first, Saya yakin semua orang marah, kesel, benci ataupun menyalahkan mbak itu dan Saya akui Saya juga salah satunya. Kita ga bisa boong, dia penyebabnya, mbak ini pun lebih parahnya mabuk dan lagi teler. That was my first impression of this tragedy. First.

Later, sekarang, Saya sadar, pada dasarnya manusia itu tidak ada yang sempurna. Dibalik semua tragedi ataupun kesalahan pasti itu memang sudah jalannya. Kita bisa ambil contoh tragedi ini sebagai pelajaran. Pelajaran? What kind 'pelajaran'? Coba kita pikirkan, kita tidak hidup sendirian. Kita homo sapien, kita manusia, kita makhluk hidup yang hidup secara berdampingan, kita hidup berdampingan dengan siapa? Teman? Sahabat? Pacar? Kecengan? No. Kita hidup berdampingan dengan keluarga kita, dengan Ayah kita, Ibu kita, Kakak kita, Adik kita. Not with your motherfucker friends or lover. Tanpa kita sadari, teman ataupun apapun yang lainnya itu berada diluar lingkungan kita. Mereka sebagai pendukung kehidupan kita, bukan sebagai akar kehidupan kita.

Apa maksudnya? coba, sekali lagi kita pikir, kalau kamu di sekolah, misalnya kamu melakukan sesuatu dan berurusan sama BK, yang dipanggil untuk bertanggung jawab siapa? Apakah pacarmu? Yang menanggung malu siapa? Sahabatmu? Yang akan dibicarakan apa? 'Hei, lihat, dia tuh dipanggil ke BK, gimana sih pacarnya bisa ngedidik ga sih?', apa seperti itu?

Tragedi ini menjadi pelajaran buat kita semua, buat Saya pribadi juga, bahwa apa yang kita lakukan di kehidupan pribadi kita, sepribadi apapun itu, kita tidak boleh sembarangan. Karena apapun yang akan kita lakukan akan berimbas pada keluarga kita, orang terdekat kita. Ayah kita, Ibu kita. Memikirkan untuk menghidupi saja sudah sulit, kenapa kita malah tambah beban keluarga kita?

Dan, selain itu, setiap orang yang telah 'disakiti', tragedi ini juga memberikan kita (atau kalian) satu pelajaran berharga. Sesakit apapun kita, sebenci apapun kita, sebesar apapun yang direnggut dari kita, kita tidak bisa menaruh rasa benci itu selamanya. Kita butuh hidup untuk memikirkan hari esok. Bukan kemarin, yang jelas-jelas tidak akan kembali. Move On, Move Forward.

Biarkan yang menyakiti kita mendapat hukumannya, jangan libatkan orang disekelilingnya, yang notabene tidak bersalah, terlibat dalam masalah kita. Lebih baik maafkan apapun kesalahannya, karena ingat, Tuhan tahu semuanya, Allah SWT pasti akan membalas siapapun yang menyakiti kita sesuai dengan yang seharusnya :)

So, sebenernya gue cuma mau bilang, Nobody's Perfect, Everybody has made some mistakes, because we're human, aren't perfect, we are not god. But we have to behave, we have a life, we have to live our life, but we can't enjoy, we can't live our life up if we hold a grudge in our heart, so it will be better if we let go any bad feelings in our heart and forgiving.

Face the next day with a light-heart, big smile, positive mind. let the past left behind, chase the future :)

0 komentar:

Posting Komentar

 
 
Copyright © RMR Putra Suranegara
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com