You know, I am, maybe, the only person on the Internet who really LOVE Inheritance Cycle so much. I don't give a single damn thing about the similiarity between LOTR or whatever the fuck it is. I don't even care even the book itself is sooo overweight like.. it could've be shortened. I. DON'T. CARE. AT. ALL.
In my opinion, Inheritance Cycle is the most flawless series I've ever read after Harry Potter and The Hunger Games. I love how the world tell the story, i love the character, i love the ending :((((
But I'm not a fan of its movie. AT ALL. The adaption was sick. I mean, sick. it's shit. Its movie makes Eragon looks like shit. It's bad! I mean, if the story didn't go well for the movie script, AT LEAST they could 've hire more suitable actress/actor for the roles! I always imagine that Eragon will be more like a village boy with a more mature look, Saphira, she is beautiful and big and blue and omg I can go over 10000 pages just to tell you about her. Brom, I just can't. Arya? You must be kidding me.
But, seriously, I think they're doing they best, and sorry about my damn opinion but, I am dissapointed :(
edit : lol sorry for the grammar-error. I really bad at those kind of things, don't judge me okay
Showing posts with label eragon. Show all posts
Showing posts with label eragon. Show all posts
Saturday, October 13, 2012
Saturday, July 7, 2012
BOOK REVIEW: THE INHERITANCE CYCLE
WOWZAH! Ga percaya, setelah perjuangan cukup panjang akhirnya beres juga baca semua buku di The Inheritance Cycle (TIC) atau Siklus Warisan. Buku ini buku seri kesekian yang udah Saya selesaikan dengan pengalaman ngikutin rilisnya (well, ngikutin realnya dari buku ke 3 sih) setelah The Hunger Games dan The Maze Runner. Sebelum diulas, lebih baik Saya kasih sedikit perkenalan buat TIC dulu apalagi buat yang belum pernah baca yaaaaa.
Seri TIC diawali dari buku 1 nya, Eragon, yang ditulis oleh Christopher Paolini di umurnya yang 15 tahun (oke, waktu itu Saya masih menulis karangan bahasa Indonesia untuk tugas) dan diselesaikan saat umurnya 19 tahun. Eragon, saat itu emang dibandinginnya sama seri Lord of the Rings secara influence Paolini dari sana. Cerita di Eragon berkisar tentang Eragon (15 tahun, 16 gitu?) seorang anak dari keluarga petani miskin yang menemukan sebuah batu yang ternyata telur naga yang kedepannya dikenal sebagai naganya, Saphira. Ya, buku 1 lebih mengedepankan cerita perjalanan Eragon bersama Saphira dan Brom (tukang dongeng keliling di desanya, Carvahall) untuk membalas dendam terhadap Ra'zac dan pembelajaran awal Eragon sebagai penunggang.
TIC dilanjutkan dengan Eldest, fokus buku ini sebenarnya sama dengan Eragon, pendidikan Eragon dan Saphira sebagai Penunggang dan Naganya. Disini peran mereka sudah bukan sebagai pembalas dendam lagi, mereka sudah memasuki ranah pemberontakan yang dilakukan kaum Varden untuk menggulingkan kekuasaan Galbatorix. Eragon harus belajar sekaligus berperang dengan pihak musuh bersama Varden dan ras Kurcaci dan Elf. Dibuku ini, kita akan lebih dikenalkan dengan sosok Roran, sepupu Eragon.
Buku ke 3 adalah Brisingr, yang notabene direncanakan untuk menjadi penutup Siklus Warisan ini yang ga disangka sama Paolini kalau dia (Saya asumsikan, keasikan) menulis hingga membuat detail baru di TIC sampai harus diterbitkannya buku ke 4 dan terakhir, Inheritance. Saya gaakan bahas lebih lanjut buku ke-3 dan 4 takutnya malah gaasik, karena Brisingr dan Inheritance bukan buku tipis, takutnya malah bikin kalian ngerasa wasting time baca buku ini heeeeee :D
My Review:
To be honest, Inheritance Cycle is the most complex series I have ever read. Belum lagi perubahan-perubahan yang ada di seri ini secara bertahap jadi terasa normal dan tidak diburu-buru. Setiap buku mempunyai masing-masing klimaks yang berbeda but still have a connection with the others. Perkembangan menulis Paolini juga terasa disetiap bukunya dan terbukti, di Inheritance. Perubahan watak setiap tokohnya pun terasa sekali (in a good ways), dari Eragon yang terkesan pendendam dan gegabah serta ceroboh di awal, Saya tidak menyangka kalau akhirnya Eragon menjadi sangat bijaksana. Juga dengan tokoh-tokoh lainnya.
Saya kagum dengan cara penulis mengakhiri buku ini. Bukan seperti kebanyakan novel bertema sama, Paolini memberikan ending yang cantik dan (sekali lagi) tidak terburu-buru. Takut nya malah jadi spoiler, intinya endingnya cukup 'menjelaskan' apa yang akan mereka lakukan heeeee.
And I completely understand why the writers split the series into 4 book with an aditional, Inheritance. Di Inheritance, terasa sekali kalau perjuangan (baik Varden dan kita sebagai pembaca; seri ini kan tebelnya luar biasa yahhh) terbayarkan disini. Banyak sekali bagian cerita di buku-buku sebelumnya yang terasa tidak penting dan mubazir jadi penting di buku ini. Bikin kita berpikir 'OOOHHHH maksudnya ini toh' kind of feeling.
Banyak bagian juga yang jujur, bikin Saya ga tahan buat nangis :'| Dengan sudut pandang dari berbagai pihak mulai dari Eragon, Roran, Nasuada bahkan Saphira, terasa sekali kalau penutup Siklus ini sangat intens dan padat, membuat Saya merasakan ketegangan yang mereka rasakan. Emosi tokoh-tokoh di bagian-bagian akhir juga sangat terasa sekali. 3 bab terakhir itu udah paling-paling deh :(((((((((((((((((((((
Tapi, diluar itu seri ini masih ada kekurangannya. Kelebihan Paolini untuk mendeskripsikan segala sesuatunya sedetail mungkin menjadi boomerang baginya. Karena kita, yang membaca, kadang jadi bosan dengan deskripsi yang too long. Seperti yang Saya bilang juga, banyak bagian yang terasa sangat ganjil dan tidak penting di beberapa bagian (banyak sekali di Brisingr, terutama). Ini menjadi ganjalan yang sangat berarti untuk pembaca yang sudah interested with this series. Tapi yah, beruntung untuk yang setia membaca sampai buku terakhir :) Di buku Inheritance juga banyak sekali typo atau salah ketik terutama setangah halaman terakhir. Well, not that much but still, sedikit mengganggu.
Walau begitu di Inheritance juga menjadi jelas kenapa judul seri ini Inheritance (WARISAN), karena ada bab yang bakal bikin kalian kaget, melotot dan menimbulkan harapan baru :D
KESIMPULANNYA..
Secara pribadi, buku ini mungkin buku seri yang paling intens yang pernah Saya baca. Ceritanya mungkin ga sekuat seri Harry Potter ataupun The Hunger Games, tapi The Inheritance Cycle punya taringnya sendiri, punya gayanya sendiri dan detail yang memukau buat bikin buku tebel dan deskripsi mendetailnya yang tebel ga mubazir buat kita baca, karna siklus ini ditutup dengan sangat indah oleh Paolini.
Seri TIC diawali dari buku 1 nya, Eragon, yang ditulis oleh Christopher Paolini di umurnya yang 15 tahun (oke, waktu itu Saya masih menulis karangan bahasa Indonesia untuk tugas) dan diselesaikan saat umurnya 19 tahun. Eragon, saat itu emang dibandinginnya sama seri Lord of the Rings secara influence Paolini dari sana. Cerita di Eragon berkisar tentang Eragon (15 tahun, 16 gitu?) seorang anak dari keluarga petani miskin yang menemukan sebuah batu yang ternyata telur naga yang kedepannya dikenal sebagai naganya, Saphira. Ya, buku 1 lebih mengedepankan cerita perjalanan Eragon bersama Saphira dan Brom (tukang dongeng keliling di desanya, Carvahall) untuk membalas dendam terhadap Ra'zac dan pembelajaran awal Eragon sebagai penunggang.
TIC dilanjutkan dengan Eldest, fokus buku ini sebenarnya sama dengan Eragon, pendidikan Eragon dan Saphira sebagai Penunggang dan Naganya. Disini peran mereka sudah bukan sebagai pembalas dendam lagi, mereka sudah memasuki ranah pemberontakan yang dilakukan kaum Varden untuk menggulingkan kekuasaan Galbatorix. Eragon harus belajar sekaligus berperang dengan pihak musuh bersama Varden dan ras Kurcaci dan Elf. Dibuku ini, kita akan lebih dikenalkan dengan sosok Roran, sepupu Eragon.
Buku ke 3 adalah Brisingr, yang notabene direncanakan untuk menjadi penutup Siklus Warisan ini yang ga disangka sama Paolini kalau dia (Saya asumsikan, keasikan) menulis hingga membuat detail baru di TIC sampai harus diterbitkannya buku ke 4 dan terakhir, Inheritance. Saya gaakan bahas lebih lanjut buku ke-3 dan 4 takutnya malah gaasik, karena Brisingr dan Inheritance bukan buku tipis, takutnya malah bikin kalian ngerasa wasting time baca buku ini heeeeee :D
My Review:
To be honest, Inheritance Cycle is the most complex series I have ever read. Belum lagi perubahan-perubahan yang ada di seri ini secara bertahap jadi terasa normal dan tidak diburu-buru. Setiap buku mempunyai masing-masing klimaks yang berbeda but still have a connection with the others. Perkembangan menulis Paolini juga terasa disetiap bukunya dan terbukti, di Inheritance. Perubahan watak setiap tokohnya pun terasa sekali (in a good ways), dari Eragon yang terkesan pendendam dan gegabah serta ceroboh di awal, Saya tidak menyangka kalau akhirnya Eragon menjadi sangat bijaksana. Juga dengan tokoh-tokoh lainnya.
Saya kagum dengan cara penulis mengakhiri buku ini. Bukan seperti kebanyakan novel bertema sama, Paolini memberikan ending yang cantik dan (sekali lagi) tidak terburu-buru. Takut nya malah jadi spoiler, intinya endingnya cukup 'menjelaskan' apa yang akan mereka lakukan heeeee.
And I completely understand why the writers split the series into 4 book with an aditional, Inheritance. Di Inheritance, terasa sekali kalau perjuangan (baik Varden dan kita sebagai pembaca; seri ini kan tebelnya luar biasa yahhh) terbayarkan disini. Banyak sekali bagian cerita di buku-buku sebelumnya yang terasa tidak penting dan mubazir jadi penting di buku ini. Bikin kita berpikir 'OOOHHHH maksudnya ini toh' kind of feeling.
Banyak bagian juga yang jujur, bikin Saya ga tahan buat nangis :'| Dengan sudut pandang dari berbagai pihak mulai dari Eragon, Roran, Nasuada bahkan Saphira, terasa sekali kalau penutup Siklus ini sangat intens dan padat, membuat Saya merasakan ketegangan yang mereka rasakan. Emosi tokoh-tokoh di bagian-bagian akhir juga sangat terasa sekali. 3 bab terakhir itu udah paling-paling deh :(((((((((((((((((((((
Tapi, diluar itu seri ini masih ada kekurangannya. Kelebihan Paolini untuk mendeskripsikan segala sesuatunya sedetail mungkin menjadi boomerang baginya. Karena kita, yang membaca, kadang jadi bosan dengan deskripsi yang too long. Seperti yang Saya bilang juga, banyak bagian yang terasa sangat ganjil dan tidak penting di beberapa bagian (banyak sekali di Brisingr, terutama). Ini menjadi ganjalan yang sangat berarti untuk pembaca yang sudah interested with this series. Tapi yah, beruntung untuk yang setia membaca sampai buku terakhir :) Di buku Inheritance juga banyak sekali typo atau salah ketik terutama setangah halaman terakhir. Well, not that much but still, sedikit mengganggu.
Walau begitu di Inheritance juga menjadi jelas kenapa judul seri ini Inheritance (WARISAN), karena ada bab yang bakal bikin kalian kaget, melotot dan menimbulkan harapan baru :D
KESIMPULANNYA..
Secara pribadi, buku ini mungkin buku seri yang paling intens yang pernah Saya baca. Ceritanya mungkin ga sekuat seri Harry Potter ataupun The Hunger Games, tapi The Inheritance Cycle punya taringnya sendiri, punya gayanya sendiri dan detail yang memukau buat bikin buku tebel dan deskripsi mendetailnya yang tebel ga mubazir buat kita baca, karna siklus ini ditutup dengan sangat indah oleh Paolini.
RMRPS
NB : Christopher Paolini bilang kalau dia ga ingin ngelepas Alagaesia gitu aja, walaupun seri Inheritance Cycle berakhir, Paolini masih akan nulis tentang Alagaesia! YAAY! Dia berencana buat bikin pre-sequel Inheritance Cycle yang berfokus ke Brom (Semoga jadi semoga jadi!). Terus dia bilang ingin buat 7 buku lagi tentang Alagaesia dan salah satunya berseri!!!
But, I hope Paolini make a continous story about Eragon. At least about the new generation of Dragon Rider with a lot of info about what happens to Eragon, Arya, Roran Nasuada etc. PLEASE!
NB lagi : Pas nyelesain Inheritance, Saya sambil denger 114 lagu dalam posisi shuffle. Di 3 bab terakhir yang paling bikin Saya cirambay (berkaca-kaca) itu muter lagunya Nicki Minaj feat. Drake yang Moment 4 Life sama John Legend yang Just For You dan baca Inheritance ditutup dengan Coldplay yang Up With The Birds. Saya ga ngerti kenapa bisa pas. Moment 4 Life pas bagian Eragon membuat keputusan, Just For You pas dia memberikan keputusan ke teman serta keluarganya, dan Up With The Birds.... Saya ga bisa bilang takutnya malah jadi spoiler, yang pasti bikin Saya hampir nangis banget :'''((((
NB terakhir : Jadi, menurut Saya Seri Fantasi yang paling keren itu :
Harry Potter - The Inheritance Cycle - The Hunger Games - The Maze Runner.
Sunday, June 24, 2012
Random 18
FINALLY! TOMORROW IS THE RELEASE OF INHERITANCE INDOONESIA VERSION! YEAAAAAAAAAAAAH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1111111111111111!!!!1
And on August 15th, Perfume will release their 2nd single in 2012! The title is Spending all my time with coupling song POINT andHalle Berry Hurly Burly!!!! *brb dying* I have a feeling that Spending all my time will be a perfect summer song and kinda pop-ish while Hurly Burly is a club-ready song and more techno-ish from what I've heard in the Hurly Burly CM Making;
And on August 15th, Perfume will release their 2nd single in 2012! The title is Spending all my time with coupling song POINT and
You can hear around the end of this video another part of the chorus.
And for POINT, well, it IS Drum&Bass but I'm curios about it!
Labels:
eragon,
inheritance,
Perfume,
random,
Single,
spending all my time
Tuesday, August 9, 2011
RECOMMENDED : INHERITANCE CYCLE!
Inheritance Cycle atau Siklus Warisan, adalah koleksi novel seri dari Christopher Paolini. Kaya seri Harry Potter (yang ada 7) atau The Lord Of The Ring (3), Narnia (8) dan Tunnels (4). Buku ini diawali dari Seri Eragon, dilanjutkan dengan Eldest, diikuti Brisingr (yang ini baru beres baca hihiihih) dan diakhiri dengan Inheritance (terbit tanggal 8 November 2011, terjemahan menyusul sepertinya).
Buku ini intinya sih nyeritain tentang kisah Eragon dan naganya, Saphira, sebagai Naga dan Penunggang Naga terakhir di daratan Alagaesia untuk menumbangkan Galbatorix, si pengkhianat negeri.
Buku ini kompleks banget kalau saya bilang, di setiap chapter dan di setiap kejadian Paolini ngejelasinnya secara detail dan ga ninggalin sedikitpun cacat. Walaupun imbasnya buku ini jadi tebal sekali (Harry Potter itu udah tebal, ini lebih lagi akakak).
Pokoknya ini buku RECOMMENDED BANGET! Saya yakin yang bacanya bakal hanyut deh sama jalan ceritanya :)
Ps : Hopefully, semoga terjemahan inheritancenya cepet keluar ga jauh dari akhir tahun ini :DDDDD
Official web-nya Paolini+Inheritance : www.alagaesia.com
Labels:
brisingr,
christoper paolini,
eldest,
eragon,
inheritance,
inheritance cycle,
novel,
RECOMMENDED
Subscribe to:
Posts (Atom)